Tanda Bahaya Demam Dengue, Waspada!

Perubahan iklim akhir-akhir ini menyebabkan hujan masih terus berlangsung di musim yang seharusnya sudah memasuki kemarau. Sampai muncul istilah kemarau basah *cmiiw. Panjangnya musim hujan ini di satu sisi menyenangkan secara bikin adem, tapi di sisi lain juga membawa bencana. Entah banjir, tanah longsor, hingga wabah Dengue.

Hujan bisa menyebabkan genangan air di sana sini, baik di kaleng-kaleng bekas, ban-ban bekas, hingga plastik-plastik sampah yang berserakan di jalan. Jika luput dari perhatian, setetes genangan air saja sudah bisa menjadi sarana empuk bagi nyamuk Aedes Aegypti betina untuk bertelur. Telur-telur ini akan menetas dan berubah menjadi jentik. Jentik-jentik inilah yang akan berubah menjadi nyamuk dewasa dalam waktu 8-10 hari.

Nyamuk betina merupakan vektor, alias pembawa dan penular virus Dengue. Nyamuk Aedes betina dewasa akan menggigit manusia saat akan bertelur. Jika manusia dewasa yang digigit terinfeksi virus Dengue, maka ketika si nyamuk menggigit manusia lain, virus akan pindah ke tubuh tersebut. Dalam 4-7 hari yang bersangkutan akan terjangkit Demam Dengue atau lebih dikenal dengan nama Demam Berdarah Dengue.

Siklus penularan Virus Dengue oleh nyamuk Aedes Aegypti
Siklus penularan Virus Dengue oleh nyamuk Aedes Aegypti

Gejala Demam Dengue 

Menurut Prof. Dr. dr. Sri Rejeki Hadinegoro, Sp.A(K), Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Dengue ditandai demam tinggi yang tidak turun-turun selama lebih dari 3 hari. Umumnya disertai nyeri kepala, perdarahan pada kulit (terlihat bintik-bintik merah di permukaan kulit), nyeri pada otot dan persendian, bahkan jika gejala agak berat bisa saja sampai mimisan hingga pendarahan.

Gejala Infeksi Virus Dengue
Gejala Infeksi Virus Dengue


Hingga hari ini, virus Dengue belum ada obatnya, tapi bisa diatasi dengan perawatan yang tepat dan penanganan lebih awal. Menurut Prof Sri, kunci utama penanganan pasien DB adalah cukup cairan dan oksigen. 

"Pastikan penderita banyak minum, boleh cairan apa saja, air putih, susu, jus buah, elektrolit, apa saja, asal mau minum, boleh! Cek terus BAKnya tiap 4-6 jam. Jangan berikan aspirin, NSAID atau ibuprofen, cukup berikan paracetamol dan kompres hangat jika masih demam" - Prof. Dr. dr. Sri Rejeki Hadinegoro, Sp.A(K).

Tanda Bahaya Demam Dengue

Yang perlu diwaspadai pada pasien Demam Dengue adalah ketika suhu turun dan kondisi justru memburuk. Menolak makan dan minum, muntah terus menerus, nyeri perut hebat, tidak buang air kecil lebih dari 4-6 jam (urin pekat), hingga perdarahan (mimisan, muntah atau bab berdarah).

Segera bawa ke rumah sakit kembali jika fase kritis ini terjadi. Jangan sampai terlambat. Pada kondisi syok inilah keadaan akan sangat cepat berubah.

Oh ya, Prof Sri mengajarkan cara mudah membedakan demam dengue dengan demam yang disebabkan batuk pilek, "jika demam disertai gejala batuk pilek, singkirkan kemungkinan Dengue". Maksudnya, jika demam disertai batuk pilek, kemungkinan besar penderita tidak mengalami Demam Dengue, tak perlu sampai uji lab untuk memastikan *cmiiw. 

Selain fokus pada upaya penanganan, Kementerian Kesehatan juga fokus pada upaya pencegahan. Upaya ini yang terus gencar dilakukan demi terus mengurangi penderitanya. Salah satu upaya yang sudah sejak lama digaungkan adalah dengan PSN, Pemberantasan Sarang Nyamuk. 

PSN dilakukan dengan gerakan 3M yang sekarang direvisi menjadi 3M Plus, menguras penampungan air, menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas, plus menerapkan kegiatan lain seperti menaburkan bubuk larvasida di penampungan air, menggunakan obat anti nyamuk, menggunakan kelambu tidur, dan menanam tanaman pengusir nyamuk.

Upaya penanaman tanaman pengusir nyamuk ini telah dilakukan di beberapa wilayah, seperti kota Tangerang Selatan yang melibatkan Forum Kota Sehat Tangsel. 

Kasus DBD telah meningkat 30 kali lipat dalam 50 tahun terakhir di seluruh dunia. Kerugian ekonomi ASEAN yang disebabkan oleh DBD mencapai 1 milyar Dollar per tahun (data Sanofi). Oleh sebab itu, kita harus pula peduli dan bersama menjaga lingkungan. Bersama melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). 

Mulai lah dari hal-hal kecil semacam rutin membersihkan gorong-gorong, membersihkan genangan, mengganti air di vas bunga, membuang air genangan di pot, membersihkan tatakan dispenser, hingga rutin melakukan pengurasan toren minimal seminggu sekali. 

Siklus Hidup Nyamuk Aedes aegypti
Siklus Hidup Nyamuk Aedes aegypti 

Siklus hidup nyamuk Aedes aegypti hingga menggigit itu sekitar 8-10 hari, jadi, sebelum berubah menjadi nyamuk dewasa, berantas dulu jentiknya.



Komentar

Postingan Populer