Belanja Bareng Anak Cowok

"Kak, tolong anterin bundanya ke pasar"

"Iya ayah"

Belanja sayur


Biasa yang selalu mengantar saya belanja entah ke pasar atau ke mini market, ya suami. Kadang ini juga jadi sarana we time. Entah kami sekalian sarapan nasi uduk, lontong sayur, mie ayam, dsb. 

Sejak anak-anak cowok lulus pondok dan punya sim motor, ya mereka yang gantian ditugasin ayahnya nemenin sekaligus nganter-nganter bundanya. Yaya, saya memang ga bisa nyetir, baik motor maupun mobil πŸ˜‚. Saya lebih suka ngangkot atau kereta ke mana-mana. Tapi khusus jalur-jalur dekat dan ga ada pilihan angkutan umum, suami pasti menugaskan anak-anak untuk mengantar bundanya.

Belanja sama cowok-cowok itu ada serunya. Kalau suami ngekor sampai ke dalam pasar, maka akan meminta ini itu, menunjuk ini itu yang sekiranya dia pengen. Kadang-kadang kalau mau, ya saya beli, tapi kalau lagi males kΓ rena di luar anggaran dan list belanja, saya bilang aja "gak ah" πŸ˜‚.

Kalau belanja sama Faldi lain cerita. Saya pernah ke supermarket ditemani Faldi, dia sih ga minta ini itu, tapi ngingetin barang apa aja yang kosong di rumah dan perlu dibeli. Nah saya bukan orang yang fanatik brand, jadi kalo belanja sebuah item, liat diskonnya 🀣. Mana yang diskon, itu yang dibeli. Sementara Faldi dan sebagian besar orang rumah itu punya brand favorit khusus saos sambel. Mereka bakal protes kalau saya beli di luar brand yang mereka suka πŸ˜‚.

Sekali waktu, saya beli ayam mentah di toko langganan dekat rumah ditemani Faldi.

"bund, jangan lupa beli saos sambel"

Kebetulan di toko langganan itu juga jual, tapi begitu liat harganya di rak, lebih mahal 3rb dari minimarket dan lebih mahal 6rb dari toko kelontong langganan.

"Kak, coba lihat toko M, buka ga? Beli saosnya di sana aja"

Raut muka Faldi agak berubah, dia tampak malas musti pindah-pindah toko.

"Eh ga usah, tokonya tutup kalo minggu"

Akhirnya saya yang beranjak ke minimarket, lalu menemukan saos favorit anak-anak sedang diskon, selisihnya 8rb dibanding toko ayam, ya jelas langsung check out 🀣. Faldi diam aja, ga bisa berkata-kata, mungkin dalam hatinya ngomong, "ini emak gue ribet amat, timbang beli saos aja pindah-pindah toko".

Nah, kalo belanja sama Ferdi, mirip-mirip sebenarnya, rata-rata mereka membantu mengingatkan apa-apa yang di rumah udah hampir kosong stoknya. Kalau belanja sama Ferdi, hampir mirip kayak belanja ditemani Falda, bisa ditugaskan cari produk yang diskonnya lebih banyak 🀣. Mereka ga keberatan tuh nyari dan ngecekin satu-satu mana aja yang lagi diskon, membanding-bandingkan harga dan beratnya. Bahkan Ferdi ga keberatan diajak pindah toko, malah kadang dia yang usulin. 

"Di sana aja bund, kayaknya lebih murah kan".

Yess, emaknya dah punya bolo urusan belanja diskon 🀣. Sementara kalo belanja sama si ayah atau si kakak (Faldi), agak susah diajak blusukan nyari diskon πŸ˜‚. Eh tapi belakangan suami dah mulai ketularan juga sih. Kadang-kadang pulang sambil bawa tentengan barang murah yang berhasil didapat. 

"Nih bund, aku beli ini cuma 10rb, murah kan?" Seru suami sambil nunjukin pisang 2 sisir 🀣


Komentar

Postingan Populer