Bagaimana rasanya punya hutang bisnis belasan milyar? Siapa pun pastinya ngga pernah membayangkan, apalagi mengalaminya langsung kan? Tapi namanya musibah ngga akan pernah bisa diprediksi.
Kisah ini saya dengar langsung dari tuturan mba Nilam Sari yang diundang khusus oleh komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB) pada sesi zoom, hari Kamis, 21 Mei 2026 lalu. Acara #ISBWorkshop bertajuk Kickstart Your Business yang dimoderatori teh Ani Berta, communication practitioner, membuat banyak peserta terpaku dan speechless.
Awalnya saya berharap dapat tips-tips praktis tentang memulai bisnis, mengelola bisnis, mengembangkan jaringan, dll. Tapi di luar ekspektasi malah dapat real life story yang mungkin tidak banyak orang ketahui. Justru dari kisah itu yang membuat beberapa peserta, seperti kena tohok. "Hei, masalah loe tuh bukan yang paling berat!"
Awal Bisnis Nilam Sari
Nilam Sari memulai bisnis gerobakan Kebab Turki Baba Rafi tak lama setelah mengunjungi (mantan) mertuanya yang kerja di Qatar. Terinspirasi larisnya gerobak Kebab di sana, pulang ke Indonesia, terus terbayang-bayang bisnis ini, lalu berpikir untuk mengadaptasinya menjadi jajanan yang disesuaikan lidah lokal Indonesia. Menggandeng tetangganya yang ahli masak untuk uji coba berbagai formula, sampai menemukan rasa yang tepat.
Sebelumnya, Nilam berbisnis gerobak pinggir jalan, menjual burger dan hotdog, yang sudah dirintisnya sejak masih kuliah di Unair Surabaya. Setelah proses R&D Kebab selesai, produk baru itu pun diluncurkan. Nama Rafi dipilih dengan harapan, menggunakan nama anak akan mengalirkan rejeki yang lebih deras.
Usahanya sukses dan melahirkan beberapa outlet di Surabaya. Mulai ada yang melirik dan bertanya peluang membuat usaha serupa. Berhubung pengalamannya dalam bisnis waralaba/franchise masih minim, Nilam pun berusaha mempelajari strategi dan basic bisnisnya, legalitas dan hukumnya.
Setelah belajar dan persiapan dengan matang, Nilam pun berani menawarkan bisnis waralaba Kebab hingga melahirkan ratusan outlet. Membuatnya berani mengadu nasib dan berekspansi ke Ibukota.
Pelajaran Pertama
Masuk ke Jakarta, bisnisnya lebih berkembang dan booming lagi. Punya modal lebih banyak membuatnya tergoda untuk ekspansi ke bisnis lain. Mulai usaha kos-kosan sampai beberapa investasi yang membawanya pada pengalaman menyesakkan, ditipu, salah pilih karyawan, hingga salah pilih partner!
Beberapa pengalaman itu membuatnya kembali belajar, bahwa bisnis harus fokus dan konsisten!
Pelajaran Kedua
Sekitar tahun 2008-2009 saat Indonesia dilanda krisis ekonomi, bisnis Nilam pun terdampak dan menanggung hutang bisnis hingga 14 milyar!
Hal ini membuatnya harus putar otak. Kebetulan ada lomba dari majalah SWA yang memberikan kesempatan untuk belajar bisnis dan mendapat beasiswa S2. Walau tak pernah selesai S1, Nilam mengajukan negosiasi, ia membutuhkan ilmunya untuk mengelola dan mengatasi masalah-masalah dalam bisnisnya.
Investasi leher ke atas ini selalu dianggap penting bagi Nilam, jadi ia tak segan-segan meluangkan waktu untuk belajar!
Pelajaran Ketiga
Berbekal ilmu yang dipelajarinya melalui beasiswa, walau dalam keadaan masih menanggung hutang, ia nekad membuka lowongan pekerjaan, merekrut tenaga professional yang bisa membantunya mengelola bisnis dengan menjual visi "bisnis menjanjikan yang akan ekspansi ke luar negeri".
Pilihannnya ini tak salah, bisnisnya berkembang hingga ribuan outlet dan berhasil ekspansi hingga ke 10 negara! Perlahan, hutang belasan Milyar itu pun lunas! Luar biasa! *big applause* 👏
Pelajaran Keempat
Tapi, perjalanan manusia memang ngga pernah bisa diprediksi, Allah selalu punya cara sendiri dalam menguji hamba-Nya. Walau sudah sukses, punya banyak aset, investasi berlimpah, Nilam kembali diuji.
Ujian kali ini datang dari orang paling dekat yang selama ini jadi partner dalam brainstorming, berbagi ide, dsb, partnernya dalam bisnis, suami!
Pada saat yang sama, ujian lain juga datang, ibunya divonis kanker Leukemia!
But, show must go on, walau sempat putus asa dan berkali-kali masuk rumah sakit, Nilam berusaha bangkit, berani mengambil keputusan, cut off hubungan toksik sampai akhirnya pecah kongsi.
Pelajaran Kelima
Pada titik terendah hidupnya, pecah kongsi, Ibu menderita kanker, menerima tuntutan hukum, ditinggali hutang, Nilam tetap menjalin silaturahmi, membangun relasi, sekaligus belajar dari banyak sumber.
Nilam pun membangun usaha baru bernama SKB, Sari Kreasi Boga, suplier berbagai outlet (cmiiw). Hutang bisnisnya pun kembali selesai!
Salah satu pencapaian terbesar yang menjadi titik balik Nilam bersama perusahaan dan investor barunya adalah berhasil melaju IPO di lantai bursa saham!
Pelajaran Keenam
Pada 2024, merasa sangat paham seluk beluk bisnis waralaba/franchise dan passionnya membantu UMKM, Nilam memulai usaha baru di bawah bendera PT. Nava Sari Kreasi.
Bisnis barunya ini melalui marketplace
BukaOutlet.com fokus membantu UMKM yang ingin berkembang. Nilam fokus menjadi konsultan, membimbing UMKM yang ingin membuka outlet. Beberapa perusahaan yang berhasil dibimbingnya seperti Bagi Kopi, Almaz fried chicken, Jakarta Coin Laundry, Roscik, dsb.
The Conclusion
So, dari kisah bisnis yang diceritakan Nilam Sari ini, ada banyak pelajaran yang dapat kita ambil, right?
Pentingnya fokus dan konsisten dalam menjalankan bisnis, pentingnya menjalin relasi dan membangun silaturahmi, pentingnya bekerja sama dengan orang yang tepat dan professional, pentingnya investasi leher ke atas (belajar), pentingnya mengenali kemampuan diri, dsb.
Kalau menurut teman-teman, pelajaran berharga apa yang bisa didapat dari kisah Nilam Sari di atas? Ceritain dong di komen.
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung, jangan lupa tinggalkan komentar atau pertanyaan ya, biar lebih ikrib 🤭